HUKUM BEROBAT KE DUKUN
Bismillah...
Hukum Berobat ke Dukun dan Ciri-ciri Mereka
Islam adalah agama yang sempurna, ajarannya pun paripurna.. Setiap ada permasalahan dalam Islam pasti ada solusinya syar'inya. Begitu pula dengan penyakit, Allah menurunkannya beserta obatnya.
Ruqyah syar'iyyah adalah metode pengobatan ala Nabi atau Thibbunabawi yang dianjurkan dalam Islam untuk menangani masalah gangguan jin dan sihir serta obat untuk segala penyakit.
Karena jarangnya dibahas tema ini, banyak seorang muslim yang sakit terjerumus dalam kubang kesyirikan.
Mereka yang solat 5 waktu, yang rutin tilawah setiap hari, yang rajin sedekah, dan melakukan amal ibadah lainnya, seketika semua amal tersebut terhapus oleh satu perbuatan syirik denganR mendatangi dukun.
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mendatangi peramal lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.”
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Abu Daud).
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (Qs. Az Zumar: 65).
Innalillah, ingatlah baik-baik bahwa dosa mendatangi dukun saja tidak diterima ibadahnya selama 40 hari, bertanya kemudian membenarkan kata-katanya berarti telah kafur pada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
Alhamdulillah, dengan gencarnya dakwah tauhid. Sehingga banyak umat yang tidak berniat mendatangi dukun, berusaha untuk ikhtiar secara syar'i dengan pergi ke ustadz atau kyai, tapi justru dalam prakteknya banyak melakukan peyimpangan dan berbau kemusyrikan.
Namun para dukun-dukun muta'khirin kini banyak yang berevolusi dengan berbagai nama yang terkesan "putih" dan lebih modern. Apapun nama mereka; dukun, paranormal, grandmaster reiki, guru besar ilmu batin, guru besar ilmu tenaga dalam, guru besar ilmu hikmah, guru ilmu metafisik, mereka adalah wakil-wakil syaithan yang akan merusak akidah anda.
Ada juga para dukun yang berkedok agama dengan menamakan diri mereka kyai, habib, atau ustadz (padahal dukun). Menjadikan agama sebagai tameng untuk melanggengkan praktek mereka.
Supaya kita tidak terjerumus ke dalam praktek-praktek kemusyrikan para dukun, berikut ini, penulis paparkan ciri-ciri ruqyah syar'iyyah dan ruqyah syirkiyyah atau dukuniyah yang harus kita ketahui meskipun mereka adalah seorang yang bergelar ust atau kyai.
Ciri-ciri Ruqyah Syar'iyyah:
1. Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an, do’a sesuai hadits dan do'a yg bisa difahami. Menggunakan bahasa Arab kecuali jika tidak mampu menggunakannya.
2. Tidak bergantung pada ruqyah karena ruqyah hanyalah sebab yang dapat berpengaruh atau tidak.
3. Isi ruqyah jelas maknanya.
4. Tidak mengandung do’a atau permintaan kepada selain Allah (semisal kepada jin dan setan).
5. Tidak mengandung ungkapan yang diharamkan, seperti celaan.
6. Tidak menyaratkan orang yang diruqyah mesti dalam kondisi yang aneh seperti harus dalam keadaan junub, harus berada di kuburan, atau mesti dalam keadaan bernajis.
7. Dan tidak mengandung pelanggaran syari'at seperti menyentuh secara langsung pasien yg bukan muhrim tanpa alas, dll.
Sebagaimana dinukil dari Fathul Majid, Imam As-Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi *tiga syarat:*Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah. Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna (diketahui artinya). "Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah,*bukan dari zat ruqyah itu sendiri.”
Sementara ciri-ciri ruqyah syirkiyyah atau dukuniyah:
1. Menanyakan nama pasien dan ibunya.
2. Meminta salah satu dari beberapa benda bekas yang pernah menempel dalam diri pasien.
3. Terkadang meminta hewan dengan kriteria tertentu untuk disembelih dengan tidak menyebut nama Allah padanya kemudian dilemparkan ke tempat tertentu atau dikubur ditempat tertentu.
4. Menuliskan mantera yang tidak dapat dipahami berupa huruf-huruf terputus disebuah kertas (jimat) atau dilempengan tembikar putih, lalu menyuruh pasien malarutkan dan meminumnya.
5. Memakai isim (tulisan Arab berupa mantera bahkan al Quran yang ditulis sungsang sebagai penangkal, perlindungan atau dianggap mendatangkan berkah tertentu.
6. Menyuruh pasien untuk mengurung diri disuatu ruangan yang tidak dimasuki sinar matahari untuk beberapa waktu tertentu.
7. Menyuruh pasien untuk tidak menyentuh air untuk waktu tertentu.
8. Memberi sesuatu kepada pasien untuk ditimbun dalam tanah, di halaman rumah atau ditempel di rumah.
9. Memberi pasien beberapa kertas untuk dibakar dan mengeluarkan asap.
10. Berkomat-kamit dengan kata-kata yang tidak difahami.
11. Terkadang orang tersebut (si dukun) memberi tahu pasien nama dan kampung halaman pasien tersebut. Serta permasalahan yang akan dikemukakannya.
12. Meminta mahar atau tarif tertentu yang tidak boleh dikurangi, atau tarif yang menyulitkan ummat.
13. Memakai mediasi manusia atau mentransfer penyakit ke hewan.
14. Mengeluarkan jin dengan jin lagi. Atau mengobati pasien dalam kondisi kerasukan jin. Jadi terapis kerasukan dan kadang terlihat berantem dengan makhluk yang tidak terlihat.
15. Menyuruh mandi dengan bunga tujuh rupa, mandi dengan air tujuh sumur, mandi dari air di tujuh mata air yang berbeda, atau bahkan tujuh lautan.
16. Memberi amalan wirid overdosis (ribuan hingga puluhan ribu) disertai puasa tertentu yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah saw.
17. Melakukan pelecehan seksual, semisal memandikan pasien di tempat khusus, dll.
Muhibbukum fillah
Salam...
Bekam RAGA (RuqyAh dan GurAh)
085336441703
https://plus.google.com/103123038939731588899/posts/VnntiVnXPse
Senin, 29 Mei 2017
Jumat, 05 Mei 2017
HADIST RUQYAH SYAR'IYYAH
MEMINTA DIRUQYAH
PERTANYAAN :
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu..Ustadz, kita kan tidak boleh minta diruqyah.. ada ancamannya di akhirat (haditsnya tdk hapal).. akan tetapi bila minta tolong seseorang untuk meruqyah orang lain, apakah boleh? jazaakallahu khairan
✅ JAWABAN :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
1⃣ Tidak benar bahwa kita tidak boleh minta diruqyah, atau dalam bahasa Arab disebut dengan istirqâ' atau tholabur ruqyah. Hukumnya boleh dan tidak mengapa meminta ruqyah apabila memang ada hajatnya.
2⃣ Adapun jika yang dimaksud adalah hadits ini :
يدخل من أمتي الجنة سبعون ألفاً بغير حساب، قيل: يا رسول الله من هم؟ قال: الذين لا يرقون، ولا يسترقون، ولا يتطيرون وعلى ربهم يتوكلون. رواه البخاري ومسلم.
"Ada dari umatku 70.000 orang yang masuk surga tanpa dihisab.
Sahabat bertanya : siapakah mereka wahai Rasulullah?
Rasulullah menjawab : yaitu mereka yang tidak meruqyah (jampi²),tidak minta diruqyah dan tidak melakukan tathayyur (mengundi nasib dengan perilaku burung) serta mereka bertawakal thd Rabb mereka.
(HR Bukhari dan Muslim)
Maka, perhatikan penjelasan Imam an-Nawawi di bawah ini :
المدح في ترك الرقى المراد بها الرقى التي هي من كلام الكفار، والرقى المجهولة، والتي بغير العربية، وما لا يعرف معناها، فهذه مذمومة لاحتمال أن معناها كفر، أو قريب منه، أو مكروه وأما الرقى بآيات القرآن وبالأذكار المعروفة فلا نهي فيه، بل هو سنة.
"Pujian dalam meninggalkan ruqyah maksudnya adalah ruqyah yang berasal dari perkataan orang-orang kafir dan ruqyah (jampi²) yang tidak dikenal (majhul) yang tdk berbahasa Arab serta tidak diketahui maknanya.
Ruqyah seperti ini adalah tercela, karena mengandung kemungkinan memiliki arti yang kafir atau dekat dg kekafiran. Setidak²nya makruh.
Adapun ruqyah dg ayat² al-Qur'an atau dzikir ² yang dikenal, maka tidak terlarang, bahkan sunnah.
(selesai)
Atau juga menurut Imam an-Nawawi bisa bermaksud utk menunjukkan keutamaan (AFDHALIYAH) saja, beliau berkata :
إن المدح في ترك الرقى للأفضلية، وبيان التوكل والذي فعل الرقى، وأذن فيها لبيان الجواز مع أن تركها أفضل، وبهذا قال ابن عبد البر
"Sesungguhnya pujian utk meninggalkan ruqyah adalah utk afdhaliyah semata, dan menerangkan rasa tawakal (yang kurang) bagi orang yang melakukan ruqyah. Dizinkan utk melakukannya sebagai keterangan akan bolehnya hal ini walaupun meninggalkannya adalah lebih afdhal. Demikian ini pendapat Ibnu Abdil Barr.
(selesai).
Setelah itu Imam Nawawi mengatakan :
والمختار الأول وقد نقلوا الإجماع على جواز الرقى بالآيات، وأذكار الله تعالى قال المازري: جميع الرقى جائزة إذا كانت بكتاب الله أو بذكره، ومنهي عنها إذا كانت باللغة العجمية، أو بما لا يدرى معناه، لجواز أن يكون فيه كفر...
"Pendapat yang terpilih adalah yang pertama. Para ulama bahkan ada yang menukilan adanya ijma (konsensus) atas bolehnya ruqyah dengan ayat² al-Qur'an dan dzikir² kepada Allah Ta'âlâ.
Al-Mâzirî berkata : seluruh ruqyah diperbolehkan apabila menggunakan kitabullah atau dzikir.
Dan ruqyah akan terlarang apabila menggunakan bahasa selain Arab atau yg tdk dipahami maknanya, karena adanya kemungkinan terkandung kekufuran di dalamnya. (selesai)
➖➖➖
PERTANYAAN 2 :
na'am ustadz.. artinya, minta diruqyah boleh, tapi tidak punya kesempatan masuk surga tanpa hisab..?
JAWABAN :
Itu pendapat sebagian ulama yang menganggap bahwa meminta diruqyah adalah bentuk kurangnya tawakal.
Tapi menurut Imam an-Nawawi, bahwa yang dimaksud meminta ruqyah dalam hadits tsb, adalah apabila ruqyahnya tidak syar'i.
Yang lebih utama adalah meruqyah diri sendiri.
Namun jika dalam suatu kondisi yang mendesak, maka tdk mengapa meminta diruqyah. Wallahu a'lam.
LARANGAN MEMINTA DIRUQYAH (2)
PERTANYAAN 3 :
kalau boleh ditegaskan lagi, bahwa yg tdk ada kesempatan masuk surga tanpa hisab itu, adalah yg minta ruqyah yg tidak syar'i, (dg jampi2) yg bukan dari ayat2 al-qur'an..
JAWABAN :
Itu ada riwayat yang memang melarang, sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi di dalam Syarahnya...
وأما قوله في الرواية الأخرى: يا رسول الله إنك نهيت عن الرقى، فأجاب العلماء عنه بأجوبة: أحدها: كان نهى أولاً، ثم نسخ ذلك، وأذن فيها وفعلها، واستقر الشرع على الإذن
Adapun sabda beliau di dalam riwayat lain, (sahabat berkata), wahai Rasulullah, sesungguhnya anda telah melarang ruqyah.
Para ulama menjawab dg bbrp jawaban, diantaranya :
bahwa memang awalnya ruqyah dilarang, lalu dinasakh (dihapus hukum larangannya, dan diperbolehkan ruqyah dan mempraktekannya,kemudian syariat menetapkan kebolehannya.
Selain itu memang ada sejumlah ulama yang berpandangan meminta diruqyah itu MAKRUH, seperti pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan mayoritas ulama Nejd, seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhâb dan murid² beliau, termasuk Syaikh Abdurrahman Nashir al-Barrak, yang memakruhkan istirqâ' (meminta diruqyah).
Syaikh al-Barrak berkata :
الاسترقاء هو طلب الرقية من الغير، وسؤال الغير فيه ميل إلى المخلوق واحتياج إليه وقد دلت النصوص على أن من كمال التوحيد عدم سؤال الناس، وقد بايع النبي صلى الله عليه وسلم جماعة من أصحابه رضوان الله عليهم على أمور منها: ألا يسألوا الناس شيئاً... كما جاء في صحيح مسلم (1043)، وفي ذلك تحقيق استغناء العبد عن المخلوقين، فالاسترقاء تركه أولى...
Istirqâ adalah meminta orang lain utk meruqyahnya. Sedangkan meminta orang lain, di dalamnya terkandung penyandaran kpd makhluk dan butuh thd mereka. Sedangkan banyak Nash dalil yang menunjukkan bahwa termasuk kesempurnaan tauhid adalah tidak meminta kepada manusia.
Nabi pernah melakukan baiat dg sahabat beliau atas bbrp perkara diantaranya adalah tidak meminta kepada seorangpun sebagaimana terdapat dalam hadits Muslim no 1043.
Di dalam hal ini, terdapat realisasi bentuk tidak butuhnya seorang hamba kepada makhluk.
Karena itu meninggalkan istirqâ adalah lbh utama...
Dan larangan di situ yg dijelaskan Ibnu Taimiyah adalah larangan lil karõhah (makrûh), bukan larangan lit tahrîm (mengharamkan).
Wallahu a'lam
Semoga bermanfaat
Salam santun
Adat Sukoco
#⃣
PERTANYAAN :
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu..Ustadz, kita kan tidak boleh minta diruqyah.. ada ancamannya di akhirat (haditsnya tdk hapal).. akan tetapi bila minta tolong seseorang untuk meruqyah orang lain, apakah boleh? jazaakallahu khairan
✅ JAWABAN :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
1⃣ Tidak benar bahwa kita tidak boleh minta diruqyah, atau dalam bahasa Arab disebut dengan istirqâ' atau tholabur ruqyah. Hukumnya boleh dan tidak mengapa meminta ruqyah apabila memang ada hajatnya.
2⃣ Adapun jika yang dimaksud adalah hadits ini :
يدخل من أمتي الجنة سبعون ألفاً بغير حساب، قيل: يا رسول الله من هم؟ قال: الذين لا يرقون، ولا يسترقون، ولا يتطيرون وعلى ربهم يتوكلون. رواه البخاري ومسلم.
"Ada dari umatku 70.000 orang yang masuk surga tanpa dihisab.
Sahabat bertanya : siapakah mereka wahai Rasulullah?
Rasulullah menjawab : yaitu mereka yang tidak meruqyah (jampi²),tidak minta diruqyah dan tidak melakukan tathayyur (mengundi nasib dengan perilaku burung) serta mereka bertawakal thd Rabb mereka.
(HR Bukhari dan Muslim)
Maka, perhatikan penjelasan Imam an-Nawawi di bawah ini :
المدح في ترك الرقى المراد بها الرقى التي هي من كلام الكفار، والرقى المجهولة، والتي بغير العربية، وما لا يعرف معناها، فهذه مذمومة لاحتمال أن معناها كفر، أو قريب منه، أو مكروه وأما الرقى بآيات القرآن وبالأذكار المعروفة فلا نهي فيه، بل هو سنة.
"Pujian dalam meninggalkan ruqyah maksudnya adalah ruqyah yang berasal dari perkataan orang-orang kafir dan ruqyah (jampi²) yang tidak dikenal (majhul) yang tdk berbahasa Arab serta tidak diketahui maknanya.
Ruqyah seperti ini adalah tercela, karena mengandung kemungkinan memiliki arti yang kafir atau dekat dg kekafiran. Setidak²nya makruh.
Adapun ruqyah dg ayat² al-Qur'an atau dzikir ² yang dikenal, maka tidak terlarang, bahkan sunnah.
(selesai)
Atau juga menurut Imam an-Nawawi bisa bermaksud utk menunjukkan keutamaan (AFDHALIYAH) saja, beliau berkata :
إن المدح في ترك الرقى للأفضلية، وبيان التوكل والذي فعل الرقى، وأذن فيها لبيان الجواز مع أن تركها أفضل، وبهذا قال ابن عبد البر
"Sesungguhnya pujian utk meninggalkan ruqyah adalah utk afdhaliyah semata, dan menerangkan rasa tawakal (yang kurang) bagi orang yang melakukan ruqyah. Dizinkan utk melakukannya sebagai keterangan akan bolehnya hal ini walaupun meninggalkannya adalah lebih afdhal. Demikian ini pendapat Ibnu Abdil Barr.
(selesai).
Setelah itu Imam Nawawi mengatakan :
والمختار الأول وقد نقلوا الإجماع على جواز الرقى بالآيات، وأذكار الله تعالى قال المازري: جميع الرقى جائزة إذا كانت بكتاب الله أو بذكره، ومنهي عنها إذا كانت باللغة العجمية، أو بما لا يدرى معناه، لجواز أن يكون فيه كفر...
"Pendapat yang terpilih adalah yang pertama. Para ulama bahkan ada yang menukilan adanya ijma (konsensus) atas bolehnya ruqyah dengan ayat² al-Qur'an dan dzikir² kepada Allah Ta'âlâ.
Al-Mâzirî berkata : seluruh ruqyah diperbolehkan apabila menggunakan kitabullah atau dzikir.
Dan ruqyah akan terlarang apabila menggunakan bahasa selain Arab atau yg tdk dipahami maknanya, karena adanya kemungkinan terkandung kekufuran di dalamnya. (selesai)
➖➖➖
PERTANYAAN 2 :
na'am ustadz.. artinya, minta diruqyah boleh, tapi tidak punya kesempatan masuk surga tanpa hisab..?
JAWABAN :
Itu pendapat sebagian ulama yang menganggap bahwa meminta diruqyah adalah bentuk kurangnya tawakal.
Tapi menurut Imam an-Nawawi, bahwa yang dimaksud meminta ruqyah dalam hadits tsb, adalah apabila ruqyahnya tidak syar'i.
Yang lebih utama adalah meruqyah diri sendiri.
Namun jika dalam suatu kondisi yang mendesak, maka tdk mengapa meminta diruqyah. Wallahu a'lam.
LARANGAN MEMINTA DIRUQYAH (2)
PERTANYAAN 3 :
kalau boleh ditegaskan lagi, bahwa yg tdk ada kesempatan masuk surga tanpa hisab itu, adalah yg minta ruqyah yg tidak syar'i, (dg jampi2) yg bukan dari ayat2 al-qur'an..
JAWABAN :
Itu ada riwayat yang memang melarang, sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi di dalam Syarahnya...
وأما قوله في الرواية الأخرى: يا رسول الله إنك نهيت عن الرقى، فأجاب العلماء عنه بأجوبة: أحدها: كان نهى أولاً، ثم نسخ ذلك، وأذن فيها وفعلها، واستقر الشرع على الإذن
Adapun sabda beliau di dalam riwayat lain, (sahabat berkata), wahai Rasulullah, sesungguhnya anda telah melarang ruqyah.
Para ulama menjawab dg bbrp jawaban, diantaranya :
bahwa memang awalnya ruqyah dilarang, lalu dinasakh (dihapus hukum larangannya, dan diperbolehkan ruqyah dan mempraktekannya,kemudian syariat menetapkan kebolehannya.
Selain itu memang ada sejumlah ulama yang berpandangan meminta diruqyah itu MAKRUH, seperti pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan mayoritas ulama Nejd, seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhâb dan murid² beliau, termasuk Syaikh Abdurrahman Nashir al-Barrak, yang memakruhkan istirqâ' (meminta diruqyah).
Syaikh al-Barrak berkata :
الاسترقاء هو طلب الرقية من الغير، وسؤال الغير فيه ميل إلى المخلوق واحتياج إليه وقد دلت النصوص على أن من كمال التوحيد عدم سؤال الناس، وقد بايع النبي صلى الله عليه وسلم جماعة من أصحابه رضوان الله عليهم على أمور منها: ألا يسألوا الناس شيئاً... كما جاء في صحيح مسلم (1043)، وفي ذلك تحقيق استغناء العبد عن المخلوقين، فالاسترقاء تركه أولى...
Istirqâ adalah meminta orang lain utk meruqyahnya. Sedangkan meminta orang lain, di dalamnya terkandung penyandaran kpd makhluk dan butuh thd mereka. Sedangkan banyak Nash dalil yang menunjukkan bahwa termasuk kesempurnaan tauhid adalah tidak meminta kepada manusia.
Nabi pernah melakukan baiat dg sahabat beliau atas bbrp perkara diantaranya adalah tidak meminta kepada seorangpun sebagaimana terdapat dalam hadits Muslim no 1043.
Di dalam hal ini, terdapat realisasi bentuk tidak butuhnya seorang hamba kepada makhluk.
Karena itu meninggalkan istirqâ adalah lbh utama...
Dan larangan di situ yg dijelaskan Ibnu Taimiyah adalah larangan lil karõhah (makrûh), bukan larangan lit tahrîm (mengharamkan).
Wallahu a'lam
Semoga bermanfaat
Salam santun
Adat Sukoco
#⃣
Kamis, 27 April 2017
SIHIR AL-JALBU WA AT-TAHYIIJU
SIHIR AL-JALBU WA AT-TAHYIIJU
Sihir Pelet/Asihan/Mahabbah/Ajian Jaran Goyang, Serta Tutorial Penghancurannya.
Bismillah..
Baru beberapa waktu lalu tersiar kabar seorang lelaki menyamar sebagai thalibul 'ilmi yang menggunakan sihir dalam memikat akhawat dan menikahi mereka tanpa wali yang kemudian mereka disia-siakan begitu saja...
Subhanallah dengan sihirnya banyak korban berjatuhan dari kalangan muslimah yang sangat menjaga kehormatan mereka... wallahul musta'an...
Qadarullah tadi pagi kami kedatangan tamu dari Cirebon yang juga menjadi korban pelet orang tak bertanggung jawab..
Bedanya muslimah ini sudah bersuami dan sudah berumur, bukan akhawat yang masih gadis dan muda belia...
PELAKU nya pun bukan seseorang yang menyamar sebagai thalib, melainkan seorang supir angkutan umum dari arah Cirebon-Indramayu yang telah menjadi langganannya...
Awal mula kejadiannya ibu tersebut diberi air mineral yang sudah dibuka segelnya oleh si supir...
Setelah meminumnya, jantung tiba-tiba berdebar sangat kencang, sesampainya di rumah ibu itu mual-mual, sulit untuk tidur, kepala pusing luar biasa, dan selalu terbayang wajah supir angkot tsb..
Tidak hanya itu, dadanya panas dan bagian intimnya terasa "nggeremet" seperti kesemutan hebat disertai rasa panas yang mengharuskan beliau bertemu dengan penyihir laknat tersebut.
Hingga sekarang yang dikeluhkan adalah kepala sakit, perut dan dada panas, dan masalah di kewanitaan yang tak kunjung sembuh...
Berbagai tenaga medis telah angkat tangan karena tidak bisa terdeteksi sama sekali..
Akhirnya beliau disarankan untuk diruqyah...
Saat datang ke rumah kami tadi pagi, langsung kami arahkan pengobatan pada sekitaran perut dan kepala...
Kami tunjuk area rahim dengan membaca doa-doa ruqyah yang disunnahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam..
Dan tak berselang lama beliau pun tersungkur jatuh ke lantai...
Selanjutnya kami melihat beberapa ciri yang menandakan adanya pelet asmara warisan jawa kuno...
Saya curiga bahwa ajian yang digunakan adalah ajian jaran goyang yang menjadikan korbannya tak bisa mengendalikan diri seperti orang gila, cirinya kepala dan tulang belakang bergoyang-goyang layaknya kuda-kudaan dan ada ciri lain yang terlihat saat diruqyah..
Biasanya mereka menggunakan elemen air (مائي) atau api (ناري) untuk melancarkan sihirnya, walau sering juga menggunakan kemampuan pengarahan jiwa kepada korbannya..
Bunyi ajian jaran goyang adalah sebagai berikut :
"Niyat ingsun amatek ajiku sijaran goyang. Tak goyang ing tengah latar, cemetiku sodo lanang Upet upet ku lewe benang...
Tak sabetake gunung jugrug watu gempur Tak sabetake segoro asat Tak sabetake ombak gedhe sirep Tak sabetake atine si ....
Pet sidho edan ora edan sidho gendeng ora gendeng Ora mari mari yen ora ingsun sing nambani"..
Kami meruqyahnya dengan membacakan ayat-ayat berikut :
1.QS.Al-Hasyr ayat 21-24 sebagai perlawanan dan penghancuran atas mantra jaran goyang yang katanya bisa menghancurkan gunung...
2.QS.Ibrahim ayat 42-48 untuk mengobati hati yang hampa karena sihir dan mata yang terbalik untuk merindukan penyihir, di ayat 46 dan 47 diulangi berkali-kali untuk memperingatkan bahwa makar sihir tersebut amat sangat besar hingga gunung-gunung bisa lenyap karenanya (begitu juga karena kalimat kesombongan mereka yang katanya bisa membuat gunung hancur karena mantra mereka, samudra surut, ombak besar langsung terhenti)... hayati dalam hati lalu bagaimana jika Allah mengganti bumi ini dengan bumi yg lain ? Tentu semua yang mereka baca tak lagi berguna... karena bumi lain yang Allah ganti di hari itu adalah bumi yg datar tanpa ada tempat bernaung padanya... bumi yang gersang yang matahari didekatkan hingga sampai satu jengkal saja...
3.QS.Al-Baqoroh 102 dimana ayat ini adalah sebuah peringatan tentang besarnya dosa sihir.. dan sihir itu tidak akan bisa berfungai kecuali Allah yang mengizinkan.. tidaklah sihir dipelajari kecuali akan membawakan bahaya bagi orang yg mempelajarinya, dan tidaklah bacaan yang dibacakan mereka kecuali apa yang diajarkan para setan.. sedangkan apa yang dibaca kita adalah kalamnya Allah Ta'ala, Tuhan pemelihara alam raya ini...
Karena jin tetap membandel maka kami menggunakan metode tas'ith, yakni dengan memasukkan ramuan herbal ke dalam hidungnya..
Jin marah-marah dan mengancam berkali-kali.. walhamdulillah hujan turun lebat, maka kami tak sia-siakan kesempatan ini untuk mensinergikannya dengan ruqyah...
Di bawah tetesan hujan jin bereaksi loncat-loncat... sambil terus kami bacakan alAnfal ayat 11...
Terakhir kami berikan ibu itu Ajwa Sidr Gasimy dan Sehat Saraf sebagai wujud ikhtiyar yang maksimal dan tawakkal yang insya Allah disempurnakan...
Mengenal tentang sihir yang satu ini, adalah salah satu jenis sihir yang sangat berbahaya...
Pasalnya sihir jaran goyang adalah tingkatan sihir tertinggi yang melebihi ajian semar mesem di kalangan ilmu sihir jawa, dikarang oleh Ki Buyut Mangun Tapa, jaran Goyang sudah dibuktikan kejahatannya oleh para hamba nafsu ..
Sihir-sihir semacam ini sangat perlu diwaspadai...
Terutama bagi saudari-saudari kita yg belum menikah, karena bisa jadi dengan sihir ini mereka dapat kehilangan masa depannya karena MENYERAHKAN KEPERAWANANNYA TANPA SADAR...!!! wal'iyaadzubillaah..
Diantara tanda-tanda orang yg terkena sihir jenis ini:
1.Rasa panas di daerah vagina dan sekitarnya
2.Selalu terbayang wajah seseorang di hadapannya sambil memanggil-manggil namanya dengan penuh kerinduan
3.Hilang kesadaran dan keinginan kuat yang memaksanya berjalan ke tempat penyihir itu berada. Kapan pun dan dimana pun !
4.Tidak tenang hidupnya, selalu gelisah, tidak bisa tidur kecuali dengan air yang keluar dari penyihir tsb (maksudnya adalah air mani) Na'udzubillah..
5.Ketika pulang ke rumahnya, ia merasa seakan hanya mimpi belaka tanpa sadar dengan apa yang telah dilakukannya
Bagaimana sihir ini dilakukan ???
Ada beberapa versi
Yang pertama adalah versi jawa, salah satu contohnya adalah ajian jaran goyang.. sihir ini menggunakan lelaku/tetirah tertentu untuk melancarkan sihirnya (mohon maaf tidak bisa saya sebutkan di sini)...
Setelah ritual selesai, si penyihir membayangkan objek yang akan disihirnya.. maka akan didapati orang yang dia targetkan seperti orang gila yang tergila-gila mendatanginya dengan penuh kerinduan..
Kedua versi dukun putih..
Dalam melaksanakan ritual sihir ini, dukun biasa memakai kain berwarna biru yang belum dipakai sama sekali, lalu menuliskan mantra2 di atasnya serta menuliskan tholasim...
Kemudian dia mengundang para dedengkot jin agar memberinya pesuruh-pesuruh dari kalangan mereka, lalu ia menyebutkan nama gadis yg dimaksud (bisa pula memakai foto; maka berhati-hatilah bagi para gadis yg hobi memejeng foto..!!!) Agar gadis tsb hadir di tempat yg telah ditentukan...
Kemudian dukun itu membakar kain warna biru tsb di atas api yg tidak trlalu besar...
Ketika pembakaran telah sempurna, gadis malang yg ia sihir telah hadir di hadapannya dalam keadaan tidak sadar, lalu dukun/orang yg menyihir bisa bebas melakukan apa yg ia mau terhadap gadis itu...na'dzubillaah...
Pengakuan tukang sihir yg telah bertaubat:
"Kami membacakan 'azimah yg berbunyi:
وألقوا في فرجها نارا لا يطفئها إلا الماء النازل من ذكر فلان
Datangkanlah api di kemaluannya yg tidak padam kecuali dgn air yg turun dari kemaluannya si fulan (lalu menyebutkan nama laki2 yg dimaksud)...
Sungguh BIADAB ulah para dukun !!!
Bagaimana CARA PENGOBATANNYA ???
Sihir ini adalah jenis sihir yg terbatas oleh waktu, sehingga si korban akan tersadar di waktu yang telah ditentukan dan penyihir tsb butuh utk mengulangi ajian/ mantranya guna menghadirkan kembali sihir-sihir mereka !!
Langkah-langkah pengobatan:
1.Selalu membaca ayat kursi dengan penuh kerendahan diri dan keyakinan di hadapan Allah, terkhusus di saat ia merasakan gejala sihir jenis ini.
2.Baca selalu dzikir dan do'a-do'a ma'tsurat pagi dan petang, TERUTAMA DZIKIR PETANG, karena sihir ini tidak dilakukan kecuali di waktu malam !
3.Harus selalu suci/dalam keadaan wudhu' terutama di malam hari
4.Apabila sudah keterlaluan gejalanya, maka baca slalu ayat-ayat penghancur sihir:
Bacalah:
قال ما جئتم به السحر إن الله سيبطله إن الله لا يصلح عمل المفسدين
"Qoola maa ji'tum bihis-Sihr innallaaha sayubthiluh innallaaha laa yushlihu 'amalal musfsidiin"
Baca ayat dari surat Yunus ini di atas bejana sudah berisi air yg suci, minum tiga kali sehari dan sisanya utk mandi di tempat yg suci...
Mengapa Yang Mereka Incar Adalah Perempuan Baik-Baik ???
Biasanya untuk peningkatan derajat ilmu sihir mereka harus mencari banyak mangsa muslimah terhormat untuk mereka nodai, tak peduli wanita itu sudah punya suami atau masih perawan...
inilah kekejian tentara Iblis laknatullah...
Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari segala kejahatan makhluk-Nya...
Aamiiin..
Sumber :
Muhibbukum fillah
Abu Musyaffa (Ust. Muhammad Faizar Hidayatullah)
Artikel ustadz Faisal Reza
Artikel ustadz Subur Diaul Haq
Sihir Pelet/Asihan/Mahabbah/Ajian Jaran Goyang, Serta Tutorial Penghancurannya.
Bismillah..
Baru beberapa waktu lalu tersiar kabar seorang lelaki menyamar sebagai thalibul 'ilmi yang menggunakan sihir dalam memikat akhawat dan menikahi mereka tanpa wali yang kemudian mereka disia-siakan begitu saja...
Subhanallah dengan sihirnya banyak korban berjatuhan dari kalangan muslimah yang sangat menjaga kehormatan mereka... wallahul musta'an...
Qadarullah tadi pagi kami kedatangan tamu dari Cirebon yang juga menjadi korban pelet orang tak bertanggung jawab..
Bedanya muslimah ini sudah bersuami dan sudah berumur, bukan akhawat yang masih gadis dan muda belia...
PELAKU nya pun bukan seseorang yang menyamar sebagai thalib, melainkan seorang supir angkutan umum dari arah Cirebon-Indramayu yang telah menjadi langganannya...
Awal mula kejadiannya ibu tersebut diberi air mineral yang sudah dibuka segelnya oleh si supir...
Setelah meminumnya, jantung tiba-tiba berdebar sangat kencang, sesampainya di rumah ibu itu mual-mual, sulit untuk tidur, kepala pusing luar biasa, dan selalu terbayang wajah supir angkot tsb..
Tidak hanya itu, dadanya panas dan bagian intimnya terasa "nggeremet" seperti kesemutan hebat disertai rasa panas yang mengharuskan beliau bertemu dengan penyihir laknat tersebut.
Hingga sekarang yang dikeluhkan adalah kepala sakit, perut dan dada panas, dan masalah di kewanitaan yang tak kunjung sembuh...
Berbagai tenaga medis telah angkat tangan karena tidak bisa terdeteksi sama sekali..
Akhirnya beliau disarankan untuk diruqyah...
Saat datang ke rumah kami tadi pagi, langsung kami arahkan pengobatan pada sekitaran perut dan kepala...
Kami tunjuk area rahim dengan membaca doa-doa ruqyah yang disunnahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam..
Dan tak berselang lama beliau pun tersungkur jatuh ke lantai...
Selanjutnya kami melihat beberapa ciri yang menandakan adanya pelet asmara warisan jawa kuno...
Saya curiga bahwa ajian yang digunakan adalah ajian jaran goyang yang menjadikan korbannya tak bisa mengendalikan diri seperti orang gila, cirinya kepala dan tulang belakang bergoyang-goyang layaknya kuda-kudaan dan ada ciri lain yang terlihat saat diruqyah..
Biasanya mereka menggunakan elemen air (مائي) atau api (ناري) untuk melancarkan sihirnya, walau sering juga menggunakan kemampuan pengarahan jiwa kepada korbannya..
Bunyi ajian jaran goyang adalah sebagai berikut :
"Niyat ingsun amatek ajiku sijaran goyang. Tak goyang ing tengah latar, cemetiku sodo lanang Upet upet ku lewe benang...
Tak sabetake gunung jugrug watu gempur Tak sabetake segoro asat Tak sabetake ombak gedhe sirep Tak sabetake atine si ....
Pet sidho edan ora edan sidho gendeng ora gendeng Ora mari mari yen ora ingsun sing nambani"..
Kami meruqyahnya dengan membacakan ayat-ayat berikut :
1.QS.Al-Hasyr ayat 21-24 sebagai perlawanan dan penghancuran atas mantra jaran goyang yang katanya bisa menghancurkan gunung...
2.QS.Ibrahim ayat 42-48 untuk mengobati hati yang hampa karena sihir dan mata yang terbalik untuk merindukan penyihir, di ayat 46 dan 47 diulangi berkali-kali untuk memperingatkan bahwa makar sihir tersebut amat sangat besar hingga gunung-gunung bisa lenyap karenanya (begitu juga karena kalimat kesombongan mereka yang katanya bisa membuat gunung hancur karena mantra mereka, samudra surut, ombak besar langsung terhenti)... hayati dalam hati lalu bagaimana jika Allah mengganti bumi ini dengan bumi yg lain ? Tentu semua yang mereka baca tak lagi berguna... karena bumi lain yang Allah ganti di hari itu adalah bumi yg datar tanpa ada tempat bernaung padanya... bumi yang gersang yang matahari didekatkan hingga sampai satu jengkal saja...
3.QS.Al-Baqoroh 102 dimana ayat ini adalah sebuah peringatan tentang besarnya dosa sihir.. dan sihir itu tidak akan bisa berfungai kecuali Allah yang mengizinkan.. tidaklah sihir dipelajari kecuali akan membawakan bahaya bagi orang yg mempelajarinya, dan tidaklah bacaan yang dibacakan mereka kecuali apa yang diajarkan para setan.. sedangkan apa yang dibaca kita adalah kalamnya Allah Ta'ala, Tuhan pemelihara alam raya ini...
Karena jin tetap membandel maka kami menggunakan metode tas'ith, yakni dengan memasukkan ramuan herbal ke dalam hidungnya..
Jin marah-marah dan mengancam berkali-kali.. walhamdulillah hujan turun lebat, maka kami tak sia-siakan kesempatan ini untuk mensinergikannya dengan ruqyah...
Di bawah tetesan hujan jin bereaksi loncat-loncat... sambil terus kami bacakan alAnfal ayat 11...
Terakhir kami berikan ibu itu Ajwa Sidr Gasimy dan Sehat Saraf sebagai wujud ikhtiyar yang maksimal dan tawakkal yang insya Allah disempurnakan...
Mengenal tentang sihir yang satu ini, adalah salah satu jenis sihir yang sangat berbahaya...
Pasalnya sihir jaran goyang adalah tingkatan sihir tertinggi yang melebihi ajian semar mesem di kalangan ilmu sihir jawa, dikarang oleh Ki Buyut Mangun Tapa, jaran Goyang sudah dibuktikan kejahatannya oleh para hamba nafsu ..
Sihir-sihir semacam ini sangat perlu diwaspadai...
Terutama bagi saudari-saudari kita yg belum menikah, karena bisa jadi dengan sihir ini mereka dapat kehilangan masa depannya karena MENYERAHKAN KEPERAWANANNYA TANPA SADAR...!!! wal'iyaadzubillaah..
Diantara tanda-tanda orang yg terkena sihir jenis ini:
1.Rasa panas di daerah vagina dan sekitarnya
2.Selalu terbayang wajah seseorang di hadapannya sambil memanggil-manggil namanya dengan penuh kerinduan
3.Hilang kesadaran dan keinginan kuat yang memaksanya berjalan ke tempat penyihir itu berada. Kapan pun dan dimana pun !
4.Tidak tenang hidupnya, selalu gelisah, tidak bisa tidur kecuali dengan air yang keluar dari penyihir tsb (maksudnya adalah air mani) Na'udzubillah..
5.Ketika pulang ke rumahnya, ia merasa seakan hanya mimpi belaka tanpa sadar dengan apa yang telah dilakukannya
Bagaimana sihir ini dilakukan ???
Ada beberapa versi
Yang pertama adalah versi jawa, salah satu contohnya adalah ajian jaran goyang.. sihir ini menggunakan lelaku/tetirah tertentu untuk melancarkan sihirnya (mohon maaf tidak bisa saya sebutkan di sini)...
Setelah ritual selesai, si penyihir membayangkan objek yang akan disihirnya.. maka akan didapati orang yang dia targetkan seperti orang gila yang tergila-gila mendatanginya dengan penuh kerinduan..
Kedua versi dukun putih..
Dalam melaksanakan ritual sihir ini, dukun biasa memakai kain berwarna biru yang belum dipakai sama sekali, lalu menuliskan mantra2 di atasnya serta menuliskan tholasim...
Kemudian dia mengundang para dedengkot jin agar memberinya pesuruh-pesuruh dari kalangan mereka, lalu ia menyebutkan nama gadis yg dimaksud (bisa pula memakai foto; maka berhati-hatilah bagi para gadis yg hobi memejeng foto..!!!) Agar gadis tsb hadir di tempat yg telah ditentukan...
Kemudian dukun itu membakar kain warna biru tsb di atas api yg tidak trlalu besar...
Ketika pembakaran telah sempurna, gadis malang yg ia sihir telah hadir di hadapannya dalam keadaan tidak sadar, lalu dukun/orang yg menyihir bisa bebas melakukan apa yg ia mau terhadap gadis itu...na'dzubillaah...
Pengakuan tukang sihir yg telah bertaubat:
"Kami membacakan 'azimah yg berbunyi:
وألقوا في فرجها نارا لا يطفئها إلا الماء النازل من ذكر فلان
Datangkanlah api di kemaluannya yg tidak padam kecuali dgn air yg turun dari kemaluannya si fulan (lalu menyebutkan nama laki2 yg dimaksud)...
Sungguh BIADAB ulah para dukun !!!
Bagaimana CARA PENGOBATANNYA ???
Sihir ini adalah jenis sihir yg terbatas oleh waktu, sehingga si korban akan tersadar di waktu yang telah ditentukan dan penyihir tsb butuh utk mengulangi ajian/ mantranya guna menghadirkan kembali sihir-sihir mereka !!
Langkah-langkah pengobatan:
1.Selalu membaca ayat kursi dengan penuh kerendahan diri dan keyakinan di hadapan Allah, terkhusus di saat ia merasakan gejala sihir jenis ini.
2.Baca selalu dzikir dan do'a-do'a ma'tsurat pagi dan petang, TERUTAMA DZIKIR PETANG, karena sihir ini tidak dilakukan kecuali di waktu malam !
3.Harus selalu suci/dalam keadaan wudhu' terutama di malam hari
4.Apabila sudah keterlaluan gejalanya, maka baca slalu ayat-ayat penghancur sihir:
Bacalah:
قال ما جئتم به السحر إن الله سيبطله إن الله لا يصلح عمل المفسدين
"Qoola maa ji'tum bihis-Sihr innallaaha sayubthiluh innallaaha laa yushlihu 'amalal musfsidiin"
Baca ayat dari surat Yunus ini di atas bejana sudah berisi air yg suci, minum tiga kali sehari dan sisanya utk mandi di tempat yg suci...
Mengapa Yang Mereka Incar Adalah Perempuan Baik-Baik ???
Biasanya untuk peningkatan derajat ilmu sihir mereka harus mencari banyak mangsa muslimah terhormat untuk mereka nodai, tak peduli wanita itu sudah punya suami atau masih perawan...
inilah kekejian tentara Iblis laknatullah...
Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari segala kejahatan makhluk-Nya...
Aamiiin..
Sumber :
Muhibbukum fillah
Abu Musyaffa (Ust. Muhammad Faizar Hidayatullah)
Artikel ustadz Faisal Reza
Artikel ustadz Subur Diaul Haq
Selasa, 14 Maret 2017
Deja Vu
Deja Vu
Deja Vu adalah perasaan ketika kita yakin pernah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian sebelumnya, atau merasa peristiwa itu sudah pernah terjadi dan berulang lagi. Hal ini diikuti dengan perasaan familiar yang kuat, takut dan merasa aneh.
Apa itu Deja vu ..
Pengertian Deja vu adalah peristiwa dimana seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lampau. Individu merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah menyaksikan hal tersebut dalam mimpinya.
Apa saja Jenis Deja Vu itu
Deja vu menurut ahli psikologi terbagi atas 3 yaitu :
1. Deja Senti
Deja senti adalah jenis deja vu yang mengacu pada perasaan seseorang yakin terhadap hal terjadi saat ini telah dirasakan sebelumnya pada waktu lampau. Kesamaan perasaan ini menurut para peneliti membuat indivudu menganggap kedua kejadian berbeda waktu tersebut merupakan hal yang sama.
2. Deja Vecu
Deja vecu adalah jenis deja vu dimana seseorang sangat yakin terhadap kejadian yang sedang terjadi merupakan kejadian yang sama dan persis identik terhadap sebelumnya dan memunculkan spekulasi yang dia anggap 100 % akan terjadi setelahnya. Seseorang yang mengalami deja vecu akan beranggapan tentang mengetahui apa yang akan terjadi beberapa saat setelah kejadian.
3. Deja visite
Deja visite adalah jenis deja vu yang mengacu pada perasaan mengenal tempat itu sebelumnya walaupun nyatanya tidak pernah dikunjungi secara langsung. Seseorang yang mengalami deja visite akan menganggap bahwa dirinya memiliki informasi tentang tempat tersebut secara pengamatan langsung oleh dirinya walaupun tidak pernah secara nyata ke tempat tersebut. Apabila deja vu anda adalah jenis deja visite, maka anda akan mengetahui letak suatu tempat atau keadaan tempat tersebut walaupun anda belum pernah ke sana.
Setelah mengetahui apa itu deja vu dan jenis jenis deja vu, ada baiknya kalau anda membaca juga apa penyebab deja vu dibawah ini:
1. Obat-obatan
Menurut para peneliti, deja vu disebabkan oleh hadirnya substansi psikotropika yang dapat mengganggu sistem saraf yang ada pada tubuh manusia sehingga menyebabkan gangguan penerimaan terhadap respon. Apa saja obat-obatan yang menyebabkan deja vu? Obat obatan itu adalah amantadine dan phenylpropanolamine. Adapun jenis obat lainnya yang tidak sebutkan akan tetapi apabila anda mencari tahu bahwa obat tersebut menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada bagian otak temporal maka dapat merupakan penyebab deja vu.
2. Penyakit Saraf
Penyakit pada sistem saraf yang dapat menyebabkan terjadinya deja vu adalah epilepsi dan schizophrenia dan stress yang berlebih. Menurut penelitian terbaru, deja vu terjadi kerusakan terhadap lobus temporal bagian depan yang membuat penderita deja vu memiliki persepsi terhadap sesuatu itu telah terjadi telah mereka ketahui lebih awal.
3. Kepercayaan atau sistem pada otak anda
Banyak kepercayaan di dunia ini yang menghadirkan deja vu sebagai sesuatu seperti pesan dari alam gaib ataupun sebagai pertanda sebuah kejadian. Misalnya kecelakaan yang telah terjadi, mereka jadikan kejadian sebelumnya sebagai pertanda yang pasti.
4. Deja vu karena hal mistis
Deja vu karena adanya keterkaitan dengan makhluk halus seperti hantu, setan, jin dan lainnya merupakan hal yang paling dianggap sebagai sebuah kebenaran atau alasan utama dari deja vu. Masyarakat awam ketika terjadi deja vu umumnya akan beranggapan bahwa itu merupakan pesan dari Tuhannya ataupun dari makhluk halus. Hal ini memang berkaitan dengan poin nomor 3 diatas. Akan tetapi, Deja vu karena hal mistis tidak dapat dikesampingkan. Ada banyak kejadian diluar sana yang memang betul mengetahui hal yang akan terjadi beberapa saat atau bahkan beberapa hari sebelum kejadian dan diapun seakan-akan menyaksikan hal tersebut.
Semoga bermanfaat
Salam santun
Adat Sukoco
Deja Vu adalah perasaan ketika kita yakin pernah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian sebelumnya, atau merasa peristiwa itu sudah pernah terjadi dan berulang lagi. Hal ini diikuti dengan perasaan familiar yang kuat, takut dan merasa aneh.
Apa itu Deja vu ..
Pengertian Deja vu adalah peristiwa dimana seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lampau. Individu merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah menyaksikan hal tersebut dalam mimpinya.
Apa saja Jenis Deja Vu itu
Deja vu menurut ahli psikologi terbagi atas 3 yaitu :
1. Deja Senti
Deja senti adalah jenis deja vu yang mengacu pada perasaan seseorang yakin terhadap hal terjadi saat ini telah dirasakan sebelumnya pada waktu lampau. Kesamaan perasaan ini menurut para peneliti membuat indivudu menganggap kedua kejadian berbeda waktu tersebut merupakan hal yang sama.
2. Deja Vecu
Deja vecu adalah jenis deja vu dimana seseorang sangat yakin terhadap kejadian yang sedang terjadi merupakan kejadian yang sama dan persis identik terhadap sebelumnya dan memunculkan spekulasi yang dia anggap 100 % akan terjadi setelahnya. Seseorang yang mengalami deja vecu akan beranggapan tentang mengetahui apa yang akan terjadi beberapa saat setelah kejadian.
3. Deja visite
Deja visite adalah jenis deja vu yang mengacu pada perasaan mengenal tempat itu sebelumnya walaupun nyatanya tidak pernah dikunjungi secara langsung. Seseorang yang mengalami deja visite akan menganggap bahwa dirinya memiliki informasi tentang tempat tersebut secara pengamatan langsung oleh dirinya walaupun tidak pernah secara nyata ke tempat tersebut. Apabila deja vu anda adalah jenis deja visite, maka anda akan mengetahui letak suatu tempat atau keadaan tempat tersebut walaupun anda belum pernah ke sana.
Setelah mengetahui apa itu deja vu dan jenis jenis deja vu, ada baiknya kalau anda membaca juga apa penyebab deja vu dibawah ini:
1. Obat-obatan
Menurut para peneliti, deja vu disebabkan oleh hadirnya substansi psikotropika yang dapat mengganggu sistem saraf yang ada pada tubuh manusia sehingga menyebabkan gangguan penerimaan terhadap respon. Apa saja obat-obatan yang menyebabkan deja vu? Obat obatan itu adalah amantadine dan phenylpropanolamine. Adapun jenis obat lainnya yang tidak sebutkan akan tetapi apabila anda mencari tahu bahwa obat tersebut menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada bagian otak temporal maka dapat merupakan penyebab deja vu.
2. Penyakit Saraf
Penyakit pada sistem saraf yang dapat menyebabkan terjadinya deja vu adalah epilepsi dan schizophrenia dan stress yang berlebih. Menurut penelitian terbaru, deja vu terjadi kerusakan terhadap lobus temporal bagian depan yang membuat penderita deja vu memiliki persepsi terhadap sesuatu itu telah terjadi telah mereka ketahui lebih awal.
3. Kepercayaan atau sistem pada otak anda
Banyak kepercayaan di dunia ini yang menghadirkan deja vu sebagai sesuatu seperti pesan dari alam gaib ataupun sebagai pertanda sebuah kejadian. Misalnya kecelakaan yang telah terjadi, mereka jadikan kejadian sebelumnya sebagai pertanda yang pasti.
4. Deja vu karena hal mistis
Deja vu karena adanya keterkaitan dengan makhluk halus seperti hantu, setan, jin dan lainnya merupakan hal yang paling dianggap sebagai sebuah kebenaran atau alasan utama dari deja vu. Masyarakat awam ketika terjadi deja vu umumnya akan beranggapan bahwa itu merupakan pesan dari Tuhannya ataupun dari makhluk halus. Hal ini memang berkaitan dengan poin nomor 3 diatas. Akan tetapi, Deja vu karena hal mistis tidak dapat dikesampingkan. Ada banyak kejadian diluar sana yang memang betul mengetahui hal yang akan terjadi beberapa saat atau bahkan beberapa hari sebelum kejadian dan diapun seakan-akan menyaksikan hal tersebut.
Semoga bermanfaat
Salam santun
Adat Sukoco
Senin, 06 Maret 2017
Ruqyah Mandiri
Ruqiyah mandiri
Ruqiyah untuk Ain
Berikut ini adalah tehnis rahasia mengembalikan Ain (penyakit dari mata dengki) kepada pendengki/pengirimnya. Perlu dicatat, bahwa ain adalah penyakit yang ditimbulkan oleh tatapan mata mahluk Allah (Jin dan Manusia) yang dengki kepada kita baik effect secara langsung ataupun tidak langsung.
Ciri-Ciri Penderita Ain :
1. Pusing yang berpindah-pindah.
2. Wajah pucat.
3. Banyak keluar keringat sering kencing.
4. Tidak nafsu makan
5. Kesemutan, kepanasan atau kedinginan pada bagian tubuh tertentu.
6. Detak jantung tidak teratur.
7. Rasa sakit yang berpindah-pindah pada bwah punggung dan bahu.
8. Merasa sedih dan tertekan.
9. Susah tidur malam hari.
10. Emosi berlebihan, paranoid dan marah yang tidak wajar.
11. Sering bersendawa dan sesak di dada.
12. Sering menyendiri, tidak bersemangat, malas, banyak tidur, dan masalah-masalah kesehatan lain yang sebabnya bukan karena faktor medis; Nangis tanpa sebab dan tidak berhenti-henti, yang tadinya penurut menjadi pembangkang, rewel dan sulit diatur, malas, bebal dan suka ngantuk.
Tehnis Ruqyah:
1. Lakukan Muqodimah Ruqyah Lengkap.
2. Baca surah Al Mulk Ayat 1 sampai ayat 4, dan ulang-ulang ujung ayat 3 dan ayat 4. Niatkan dan mohonkan kepada Allah untuk mengembalikan pengaruh Ain kepada pemiliknya saat itu juga.
Dalil:
diriwayatkan oleh Abu Abdillah At-Tayyahi, dimana dalam sebuah perjalanan ia mengendarai unta yang bagus sekali. Diantara rombongan yang mengiringnya terdapat seorang laki-laki yang hampir setiap saat memandang sesuatu pasti sesuatu itu rusak atau binasa. Saat abu Abdillah pergi ia menatap unta itu dan menatapnya hingga unta itu bergetar dan roboh, dan saat Abu Abdillah diberitahu tentang ini dia mencari laki-laki pembuat ain itu dan berdiri dihadapannya lalu berdo'a; "Dengan nama Allah, yang tertahan akan tertahan, batu-batuan tetap mengering, bintang berekor tetap bersinar, kubalikan 'ain itu kepada pemiliknya dan kepada orang yang paling menyukai 'ain tersebut. Lalu ia membacakan Firman Allah;
فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
Artinya;
"...Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu
yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah". (Al Mulk 3-4)
Kedua bola mata laki-laki itu keluar dan unta itu berdiri dalam keadaan sehat wal afiat.
Menjaga Bahaya Ain:
Membaca
“Audzubikalimatillahi tammati mingkully syarima kholak”, Mengucap “MashaAllah”, Memelihara Hati dari Dengki dan Marah.
Semoga bermanfaat
Salam santun
Adat Sukoco
Ruqiyah untuk Ain
Berikut ini adalah tehnis rahasia mengembalikan Ain (penyakit dari mata dengki) kepada pendengki/pengirimnya. Perlu dicatat, bahwa ain adalah penyakit yang ditimbulkan oleh tatapan mata mahluk Allah (Jin dan Manusia) yang dengki kepada kita baik effect secara langsung ataupun tidak langsung.
Ciri-Ciri Penderita Ain :
1. Pusing yang berpindah-pindah.
2. Wajah pucat.
3. Banyak keluar keringat sering kencing.
4. Tidak nafsu makan
5. Kesemutan, kepanasan atau kedinginan pada bagian tubuh tertentu.
6. Detak jantung tidak teratur.
7. Rasa sakit yang berpindah-pindah pada bwah punggung dan bahu.
8. Merasa sedih dan tertekan.
9. Susah tidur malam hari.
10. Emosi berlebihan, paranoid dan marah yang tidak wajar.
11. Sering bersendawa dan sesak di dada.
12. Sering menyendiri, tidak bersemangat, malas, banyak tidur, dan masalah-masalah kesehatan lain yang sebabnya bukan karena faktor medis; Nangis tanpa sebab dan tidak berhenti-henti, yang tadinya penurut menjadi pembangkang, rewel dan sulit diatur, malas, bebal dan suka ngantuk.
Tehnis Ruqyah:
1. Lakukan Muqodimah Ruqyah Lengkap.
2. Baca surah Al Mulk Ayat 1 sampai ayat 4, dan ulang-ulang ujung ayat 3 dan ayat 4. Niatkan dan mohonkan kepada Allah untuk mengembalikan pengaruh Ain kepada pemiliknya saat itu juga.
Dalil:
diriwayatkan oleh Abu Abdillah At-Tayyahi, dimana dalam sebuah perjalanan ia mengendarai unta yang bagus sekali. Diantara rombongan yang mengiringnya terdapat seorang laki-laki yang hampir setiap saat memandang sesuatu pasti sesuatu itu rusak atau binasa. Saat abu Abdillah pergi ia menatap unta itu dan menatapnya hingga unta itu bergetar dan roboh, dan saat Abu Abdillah diberitahu tentang ini dia mencari laki-laki pembuat ain itu dan berdiri dihadapannya lalu berdo'a; "Dengan nama Allah, yang tertahan akan tertahan, batu-batuan tetap mengering, bintang berekor tetap bersinar, kubalikan 'ain itu kepada pemiliknya dan kepada orang yang paling menyukai 'ain tersebut. Lalu ia membacakan Firman Allah;
فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
Artinya;
"...Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu
yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah". (Al Mulk 3-4)
Kedua bola mata laki-laki itu keluar dan unta itu berdiri dalam keadaan sehat wal afiat.
Menjaga Bahaya Ain:
Membaca
“Audzubikalimatillahi tammati mingkully syarima kholak”, Mengucap “MashaAllah”, Memelihara Hati dari Dengki dan Marah.
Semoga bermanfaat
Salam santun
Adat Sukoco
Selasa, 24 Januari 2017
TAUHID
PENGERTIAN DAN MACAM TAUHID
Tauhid menurut bahasa adalah meng-Esakan. Sedangkan menurut syariat adalah meyakini keesaan Allah. Adapun yang disebut ilmu tauhid adalah ilmu yang membicarakan tentang akidah atau kepercayaan kepada Allah dengan didasarkan pada dalil-dalil yang benar. Tidak ada yang menyamainya dan tak ada padanan bagi-Nya. Mustahil ada yang mampu menyamai-Nya. Dalilnya dari firman-firman Allah, di samping dalil-dalil aqliyah :
“Dia adalah Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan, dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula, dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
(QS 42:11)
Seluruh alam semesta ini diciptakan oleh Allah, dan tidak ada pelaku yang bertindak sendiri dan merdeka sepenuhnya selain Allah.
Di bawah ini akan dibahas macam-macam tauhid, diantaranya Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid Asma’ Wa Sifat.
1. Tauhid Rububiyah.
Tauhid Rububiyah yaitu mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk-Nya. Dan alam semesta ini diatur oleh Mudabbir (Pengelola), Pengendali Tunggal, Tak disekutui oleh siapa dan apapun dalam pengelolaan-Nya. Allah menciptakan semua makhluk-Nya di atas fitrah pengakuan terhadap rububiyah-Nya. Bahkan orang-orang musrik yang menyekutukan Allah dalam ibadahnya juga mengakui keesaan rububiyah-Nya. Jadi jenis tauhid ini diakui semua orang. Bahkan hati manusia sudah difitrahkan untuk mengakui-Nya, melebihi fitrah pengakuan terhadap yang lainnya. Adapun orang yang paling dikenal pengingkarannya adalah Fir’aun. Namun demikian di hatinya masih tetap meyakini-Nya.
Alam semesta dan fitrahnya tunduk dan patuh kepada Allah. Sesungguhnya alam semesta ini (langit, bumu, planet, bintang, hewan, pepohonan, daratan, lautan, malaikat, serta manusia) seluruhnya tunduk dan patuh akan kekuasaan Allah. Tidak satupun makhluk yang mengingkari-Nya. Semua menjalankan tugas dan perannya masing-masing, serta berjalan menurut aturan yang sangat sempurna. Penciptanya sama sekali tidak mempunyai sifat kurang, lemah, dan cacat. Tidak satupun dari makhluk ini yang keluar dari kehendak, takdir, dan qadha’-Nya. Tidak ada daya dan upaya kecuali atas izin Allah. Dia adalah Pencipta dan Penguasa alam, semua adalah milik-Nya. Semua adalah ciptaan-Nya, diatur, diciptakan, diberi fitrah, membutuhkan, dan dikendalikan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman
“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam” (Q.S. Al-Fatihah : 1)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Engkau adalah Rabb di langit dan di bumi” (Mutafaqqun ‘Alaih)
Tauhid Rububiyah mengharuskan adanya Tauhid Uluhiyah. Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani tidak ada pencipta, pemberi rizki, dan pengatur alam kecuali Allah, maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah. Dan itulah yang disebut Tauhid Uluhiyah. Jadi tauhid rububiyah adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyah. Jalan fitri untuk menetapkan tauhid uluhiyah adalah berdasarkan tauhid rububiyah. Maka tauhid rububiyah adalah pintu gerbang dari tauhid uluhiyah.
2. Tauhid Uluhiyah.
Tauhid Uluhiyah yaitu ibadah. Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang disyariatkan seperti doa, nadzar, kurban, raja’ (pengharapan), takut, tawakal, raghbah (senang), rahbah (takut), dan inabah (kembali atau taubat). Dan jenis tauhid ini adalah inti dakwah para rasul. Disebut demikian, karena tauhid uluhiyah adalah sifat Allah yang ditunjukkan oleh nama-Nya, “Allah” yang artinya dzul uluhiyah (yang memiliki uluhiyah), dan juga karena tauhid uluhiyah merupakan pondasi dan asas tempat dibangunnya seluruh amal. Juga disebut sebagai tauhid ibadah karena ubudiyah adalah sifat ‘abd (makhluknya) yang wajib menyembah Allah secara ikhlas, karena ketergantungan mereka kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (Q.S. Al-Baqarah : 163)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Maka hendaklah apa yang kamu dakwahkan kepada mereka pertama kali adalah syahadat bahwa tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah” (Mutafaqqun ‘Alaih). Dalam riwayat Imam Bukhari,“Sampai mereka mentauhidkan Allah”.
Manusia ditentukan oleh tingkatan din. Din sendiri berarti ketaatan. Di bawah ini adalah tingkatan din :
Islam
Islam menurut bahasa adalah masuk dalam kedamaian. Sedangkan menurut syara’, Islam berarti pasrah kepada Allah, bertauhid dan tunduk kepada-Nya, taat, dan membebaskan diri dari syirik dan pengikutnya.
Iman
Iman menurut bahasa berarti membenarkan disertai percaya dan amanah. Sedangkan menurut syara’, iman berarti pernyataan dengan lisan, keyakinan dalam hati, dan perbuatan dengan anggota badan.
Ihsan
Ihsan menurut bahasa berarti kebaikan, yakni segala sesuatu yang menyenangkan dan terpuji. Sedangkan menurut syara’ adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh baginda Nabi yang artinya “Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bias melihay-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata “Ihsan itu mengandung kesempurnaan ikhlas kepada Allah dan perbuatan baik yang dicintai oleh Allah”.
Rasulullah menjadikan din itu adalah Islam, Iman, dan Ihsan. Maka jelaslah bahwa din itu bertingkat, dan sebagian tingkatannya lebih tinggi dari yang lainnya. Tingkatan yang pertama adalah Islam, tingkatan yang kedua adalah Iman, dan tingkatan yang paling tinggi adalah Ihsan.
3. Tauhid Asma’ Wa Sifat.
Tauhid Asma’ Wa Sifat yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, sebagaimana yang diterangkan dalam Al Qur’an dan Sunah Rasul-Nya. Maka barang siapa yang mengingkari nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya atau menamai Allah dan menyifati-Nya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhluk-Nya atau menakwilkan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan Rasulnya.
Allah Ta’ala berfirman
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S. Asy-Syuura : 11)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam” (Mutafaqqun ‘Alaih). Di sini turunnya Allah tidak sama dengan turunnya makhluk-Nya, namun turunnya Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan dzat Allah.
Sifat-sifat Allah dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Sifat Dzatiyah
Sifat Dzatiyah yaitu sifat yang senantiasa melekat dengan-Nya. Sifat ini berpisah dengan dzat-Nya. Seperti berilmu, kuasa atau mampu, mendengar, bijaksana, melihat, dll.
2. Sifat Fi’liyah
Sifat Fi’liyah adalah sifat yang Dia perbuat jika berkehendak. Seperti bersemayam di atas ‘Arasy, turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga akhir malam, dan dating pada Hari Kiamat.
Tauhid asma’ wa sifat ini juga berpengaruh dalam bermuamalah dengan Allah. Di bawah ini contoh-contohnya :
Jika seseorang mengetahui asma’ dan sifat-Nya, juga mengetahui arti dan maksudnya secara benar maka yang demikian itu akan memperkenalkannya dengan Rabbnya beserta keagungan-Nya. Sehingga ia tunduk, patuh, dan khusyu’ kepada-Nya, takut dan mengharapkan-Nya, serta bertawassul kepada-Nya.
Jika ia mengetahui jika Rabbnya sangat dahsyat azab-Nya maka hal itu akan membuatnya merasa diawasi Allah, takut, dan menjauhi maksiat terhadap-Nya.
Jika ia mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun, Penyayang, dan Bijaksana maka hal itu akan membawanya kepada taubat dan istighfar, juga membuatnya bersangka baik kepada Rabbnya dan tidak akan berputus asa dari rahmat-Nya.
Manusia akan mencari apa yang ada di sisi-Nya dan akan berbuat baik kepada sesamanya.
Semoga bermanfaat
Sumber:
1. Shalih.2010.Kitab Tauhid I.Jakarta, Darul Haq.
2. Ceramah
Salam Santun
Adat Sukoco
adatsukocothibunnabawi@gmail.com
Tauhid menurut bahasa adalah meng-Esakan. Sedangkan menurut syariat adalah meyakini keesaan Allah. Adapun yang disebut ilmu tauhid adalah ilmu yang membicarakan tentang akidah atau kepercayaan kepada Allah dengan didasarkan pada dalil-dalil yang benar. Tidak ada yang menyamainya dan tak ada padanan bagi-Nya. Mustahil ada yang mampu menyamai-Nya. Dalilnya dari firman-firman Allah, di samping dalil-dalil aqliyah :
“Dia adalah Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan, dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan pula, dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
(QS 42:11)
Seluruh alam semesta ini diciptakan oleh Allah, dan tidak ada pelaku yang bertindak sendiri dan merdeka sepenuhnya selain Allah.
Di bawah ini akan dibahas macam-macam tauhid, diantaranya Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid Asma’ Wa Sifat.
1. Tauhid Rububiyah.
Tauhid Rububiyah yaitu mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk-Nya. Dan alam semesta ini diatur oleh Mudabbir (Pengelola), Pengendali Tunggal, Tak disekutui oleh siapa dan apapun dalam pengelolaan-Nya. Allah menciptakan semua makhluk-Nya di atas fitrah pengakuan terhadap rububiyah-Nya. Bahkan orang-orang musrik yang menyekutukan Allah dalam ibadahnya juga mengakui keesaan rububiyah-Nya. Jadi jenis tauhid ini diakui semua orang. Bahkan hati manusia sudah difitrahkan untuk mengakui-Nya, melebihi fitrah pengakuan terhadap yang lainnya. Adapun orang yang paling dikenal pengingkarannya adalah Fir’aun. Namun demikian di hatinya masih tetap meyakini-Nya.
Alam semesta dan fitrahnya tunduk dan patuh kepada Allah. Sesungguhnya alam semesta ini (langit, bumu, planet, bintang, hewan, pepohonan, daratan, lautan, malaikat, serta manusia) seluruhnya tunduk dan patuh akan kekuasaan Allah. Tidak satupun makhluk yang mengingkari-Nya. Semua menjalankan tugas dan perannya masing-masing, serta berjalan menurut aturan yang sangat sempurna. Penciptanya sama sekali tidak mempunyai sifat kurang, lemah, dan cacat. Tidak satupun dari makhluk ini yang keluar dari kehendak, takdir, dan qadha’-Nya. Tidak ada daya dan upaya kecuali atas izin Allah. Dia adalah Pencipta dan Penguasa alam, semua adalah milik-Nya. Semua adalah ciptaan-Nya, diatur, diciptakan, diberi fitrah, membutuhkan, dan dikendalikan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman
“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam” (Q.S. Al-Fatihah : 1)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Engkau adalah Rabb di langit dan di bumi” (Mutafaqqun ‘Alaih)
Tauhid Rububiyah mengharuskan adanya Tauhid Uluhiyah. Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani tidak ada pencipta, pemberi rizki, dan pengatur alam kecuali Allah, maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah. Dan itulah yang disebut Tauhid Uluhiyah. Jadi tauhid rububiyah adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyah. Jalan fitri untuk menetapkan tauhid uluhiyah adalah berdasarkan tauhid rububiyah. Maka tauhid rububiyah adalah pintu gerbang dari tauhid uluhiyah.
2. Tauhid Uluhiyah.
Tauhid Uluhiyah yaitu ibadah. Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang disyariatkan seperti doa, nadzar, kurban, raja’ (pengharapan), takut, tawakal, raghbah (senang), rahbah (takut), dan inabah (kembali atau taubat). Dan jenis tauhid ini adalah inti dakwah para rasul. Disebut demikian, karena tauhid uluhiyah adalah sifat Allah yang ditunjukkan oleh nama-Nya, “Allah” yang artinya dzul uluhiyah (yang memiliki uluhiyah), dan juga karena tauhid uluhiyah merupakan pondasi dan asas tempat dibangunnya seluruh amal. Juga disebut sebagai tauhid ibadah karena ubudiyah adalah sifat ‘abd (makhluknya) yang wajib menyembah Allah secara ikhlas, karena ketergantungan mereka kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (Q.S. Al-Baqarah : 163)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Maka hendaklah apa yang kamu dakwahkan kepada mereka pertama kali adalah syahadat bahwa tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah” (Mutafaqqun ‘Alaih). Dalam riwayat Imam Bukhari,“Sampai mereka mentauhidkan Allah”.
Manusia ditentukan oleh tingkatan din. Din sendiri berarti ketaatan. Di bawah ini adalah tingkatan din :
Islam
Islam menurut bahasa adalah masuk dalam kedamaian. Sedangkan menurut syara’, Islam berarti pasrah kepada Allah, bertauhid dan tunduk kepada-Nya, taat, dan membebaskan diri dari syirik dan pengikutnya.
Iman
Iman menurut bahasa berarti membenarkan disertai percaya dan amanah. Sedangkan menurut syara’, iman berarti pernyataan dengan lisan, keyakinan dalam hati, dan perbuatan dengan anggota badan.
Ihsan
Ihsan menurut bahasa berarti kebaikan, yakni segala sesuatu yang menyenangkan dan terpuji. Sedangkan menurut syara’ adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh baginda Nabi yang artinya “Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bias melihay-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata “Ihsan itu mengandung kesempurnaan ikhlas kepada Allah dan perbuatan baik yang dicintai oleh Allah”.
Rasulullah menjadikan din itu adalah Islam, Iman, dan Ihsan. Maka jelaslah bahwa din itu bertingkat, dan sebagian tingkatannya lebih tinggi dari yang lainnya. Tingkatan yang pertama adalah Islam, tingkatan yang kedua adalah Iman, dan tingkatan yang paling tinggi adalah Ihsan.
3. Tauhid Asma’ Wa Sifat.
Tauhid Asma’ Wa Sifat yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, sebagaimana yang diterangkan dalam Al Qur’an dan Sunah Rasul-Nya. Maka barang siapa yang mengingkari nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya atau menamai Allah dan menyifati-Nya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhluk-Nya atau menakwilkan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan Rasulnya.
Allah Ta’ala berfirman
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S. Asy-Syuura : 11)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam” (Mutafaqqun ‘Alaih). Di sini turunnya Allah tidak sama dengan turunnya makhluk-Nya, namun turunnya Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan dzat Allah.
Sifat-sifat Allah dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Sifat Dzatiyah
Sifat Dzatiyah yaitu sifat yang senantiasa melekat dengan-Nya. Sifat ini berpisah dengan dzat-Nya. Seperti berilmu, kuasa atau mampu, mendengar, bijaksana, melihat, dll.
2. Sifat Fi’liyah
Sifat Fi’liyah adalah sifat yang Dia perbuat jika berkehendak. Seperti bersemayam di atas ‘Arasy, turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga akhir malam, dan dating pada Hari Kiamat.
Tauhid asma’ wa sifat ini juga berpengaruh dalam bermuamalah dengan Allah. Di bawah ini contoh-contohnya :
Jika seseorang mengetahui asma’ dan sifat-Nya, juga mengetahui arti dan maksudnya secara benar maka yang demikian itu akan memperkenalkannya dengan Rabbnya beserta keagungan-Nya. Sehingga ia tunduk, patuh, dan khusyu’ kepada-Nya, takut dan mengharapkan-Nya, serta bertawassul kepada-Nya.
Jika ia mengetahui jika Rabbnya sangat dahsyat azab-Nya maka hal itu akan membuatnya merasa diawasi Allah, takut, dan menjauhi maksiat terhadap-Nya.
Jika ia mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun, Penyayang, dan Bijaksana maka hal itu akan membawanya kepada taubat dan istighfar, juga membuatnya bersangka baik kepada Rabbnya dan tidak akan berputus asa dari rahmat-Nya.
Manusia akan mencari apa yang ada di sisi-Nya dan akan berbuat baik kepada sesamanya.
Semoga bermanfaat
Sumber:
1. Shalih.2010.Kitab Tauhid I.Jakarta, Darul Haq.
2. Ceramah
Salam Santun
Adat Sukoco
adatsukocothibunnabawi@gmail.com
Jumat, 26 Agustus 2016
Penyakit 'ain
Sekilas tentang Penyakit ‘Ain
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dialog:
Pertanyaan: Assalamualaikum Ustadz mohon penjelasan tentang penyakit ‘ain, apakah dengan memajang foto di FB atau BB bisa menimbulkan penyakit ‘ain?
Jawaban: Penyakit ‘ain, yaitu penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر
“Dan ‘ain itu adalah pandangan suka disertai hasad yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang itu tertimpa suatu bahaya.” [Fathul Bari, 10/200]
Penyakit ‘ain adalah sesuatu yang benar-benar ada secara hakiki. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
الْعَيْنُ حَق وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا
“’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” [HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]
Beberapa Faidah:
1. Apabila seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri saudaranya, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya (seperti mengucapkan, BaarokaLlaahu fiyk: Semoga Allah memberkahimu), inilah cara untuk mencegah penyakit ‘ain.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيه ، أَوْ مِنْ نَفْسِهِ ، أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
“Apabila seorang dari kalian melihat sesuatu dari saudaranya, atau melihat diri saudaranya, atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan untuk saudaranya tersebut, karena sesungguhnya penyakit ‘ain benar-benar ada.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amir, Ash-Shahihah, no. 2572]
2. Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma di atas menjelaskan kepada kita salah satu cara untuk mengobati penyakit ‘ain adalah dengan meminta kepada orang yang memandang untuk mandi, kemudian bekas air mandinya disiramkan kepada orang yang dipandangnya. Adapun bagaimana tata caranya, dijelaskan dalam hadits berikut,
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، قَالَ : مَرَّ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ بِسَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، وَهُوَ يَغْتَسِلُ فَقَالَ : لَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ ، وَلاَ جِلْدَ مُخَبَّأَةٍ فَمَا لَبِثَ أَنْ لُبِطَ بِهِ ، فَأُتِيَ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ : أَدْرِكْ سَهْلاً صَرِيعًا ، قَالَ مَنْ تَتَّهِمُونَ بِهِ قَالُوا عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ ، قَالَ : عَلاَمَ يَقْتُلُ أَحَدُكُم أَخَاهُ ، إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ ، فَأَمَرَ عَامِرًا أَنْ يَتَوَضَّأَ ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ، وَرُكْبَتَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ ، وَأَمَرَهُ أَنْ يَصُبَّ عَلَيْهِ.
قَالَ سُفْيَانُ : قَالَ مَعْمَرٌ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ : وَأَمَرَهُ أَنْ يَكْفَأَ الإِنَاءَ مِنْ خَلْفِهِ.
“Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, ia berkata: Amir bin Rabi’ah melewati Sahl bin Hunaif ketika ia sedang mandi, lalu Amir berkata: Aku tidak melihat seperti hari ini; kulit yang lebih mirip (keindahannya) dengan kulit wanita yang dipingit, maka tidak berapa lama kemudian Sahl terjatuh, lalu beliau dibawa kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, seraya dikatakan: “Selamatkanlah Sahl yang sedang terbaring sakit.” Beliau bersabda: “Siapa yang kalian curigai telah menyebabkan ini?” Mereka berkata: “Amir bin Rabi’ah.” Beliau bersabda: “Kenapakah seorang dari kalian membunuh saudaranya? Seharusnya apabila seorang dari kalian melihat sesuatu pada diri saudaranya yang menakjubkan, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya.” Kemudian beliau meminta air, lalu menyuruh Amir untuk berwudhu, Amir mencuci wajahnya, kedua tangannya sampai ke siku, dua lututnya dan bagian dalam sarungnya. Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menyiramkan (bekas airnya) kepada Sahl.” Berkata Sufyan, berkata Ma’mar dari Az-Zuhri: Beliau memerintahkannya untuk menyiramkan air dari arah belakangnya.” [HR. Ibnu Majah dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, Shahih Ibni Majah, no. 2828]
3. Cara penyembuhan lainnya adalah dengan diruqyah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَة
“Tidak ada ruqyah (yang lebih bermanfaat) kecuali untuk penyakit ‘ain atau penyakit yang diakibatkan sengatan binatang berbisa.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallahu’anhu]
4. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memperlindungkan anak-anak kepada Allah ta’ala dari penyakit ‘ain, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ الله التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة
“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah memperlindungkan Al-Hasan dan Al-Husain (kepada Allah ta’ala):
أَعُيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
“U’idzukuma bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaithonin wa haamatin wa min kulli ‘ainin laamatin.”
“Aku memperlindungkan kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang maha sempurna dari setan, binatang berbisa dan mata yang dengki (makna yang lain: segala macam bahaya).”
Dan beliau bersabda (kepada Al-Hasan dan Al-Husain), sesungguhnya bapak kalian berdua (yaitu nabi Ibrahim ‘alaihissalam) memperlindungkan Ismail dan Ishaq dengan doa ini.” [HR. Al-Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma]
5. Hadits Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif di atas menunjukkan bahwa orang yang terkena penyakit ‘ain karena dipandang secara langsung. Adapun apakah mungkin terkena penyakit ‘ain jika dipandang melalui fotonya atau gambarnya maka kami belum mengetahui penjelasan ulama akan hal tersebut, silakan ditanyakan kepada para Ustadz lainnya. Akan tetapi membuat gambar-gambar bernyawa apakah yang dibuat oleh tangan maupun mesin adalah terlarang berdasarkan keumuman dalil diharamkannya gambar bernyawa tanpa memberikan pengecualiaan untuk gambar yang dibuat oleh mesin. Berdasarkan banyak hadits, diantaranya,
عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا اشْتَرَتْ نُمْرُقَةً فِيهَا تَصَاوِيرُ فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَامَ عَلَى الْبَابِ فَلَمْ يَدْخُلْ فَعَرَفَتْ فِي وَجْهِهِ الْكَرَاهِيَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ أَتُوبُ إِلَى اللهِ وَإِلَى رَسُولِهِ مَاذَا أَذْنَبْتُ قَالَ مَا بَالُ هَذِهِ النُّمْرُقَةِ فَقَالَتِ اشْتَرَيْتُهَا لِتَقْعُدَ عَلَيْهَا وَتَوَسَّدَهَا ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ – وَقَالَ – إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لاَ تَدْخُلُهُ الْمَلاَئِكَةُ
“Dari Aisyah radhiyallahu’anha, seorang istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, bahwasannya beliau mengabarkan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, bahwa beliau telah membeli bantal yang padanya terdapat gambar-gambar bernyawa, ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melihatnya, maka beliau hanya berdiri di pintu, tidak mau memasuki rumah. Aisyah pun mengetahui ketidaksukaan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang tergambar pada wajah beliau, Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, aku kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, apakah dosaku?” Beliau bersabda, “Untuk apa bantal ini?” Aisyah menjawab, “Aku belikan untuk engkau duduk di atasnya dan bersandar padanya.” Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya para pemilik gambar-gambar ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: Hidupkan yang telah kalian ciptakan.”
Penjelasan lain :
'Ain (sihir mata) adalah pandangan mata terhadap sesuatu yang dianggap menakjubkan baik disertai rasa dengki maupun tidak yang bisa menimbulkan bahaya bagi objek yang dipandangnya Biasanya bahaya 'ain ini timbul tanpa disertai dengan memuji/menyebut nama Allah.
Ibnu Qoyyim rohimahullah dalam kitab Tafsir Surat Muawwadzatain berkata, “Bahaya dari pandangan mata dapat terjadi ketika seseorang yang berhadapan langsung dengan sasarannya. Sasaran tukang pandang kadang-kala bisa mengenai sesuatu yang tidak patut didengki, seperti benda, hewan, tanaman, dan harta. Dan kadang-kala pandangan matanya dapat mengenai sasaran hanya dengan pandangan yang tajam dan pandangan kekaguman.
Dalil-Dalil Tentang 'Ain
1. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar al Qur’an dan mereka mengatakan ‘Sesungguhnya dia (Muhammad) benar-benar gila.” (Al Qalam (68): 51)
2. Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:
العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين
“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang boleh mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim)
Bentuk-Bentuk Bahaya 'Ain
1. Bahaya 'ain bisa menimpa manusia dalam bentuk sakit, menyebabkan seseorang tergelincir/terjatuh, terbunuh, sedangkan pada anak-anak bisa berupa menangis secara tidak wajar (bukan kerana lapar, sakit ), kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu pada ibunya tanpa sebab, atau keadaan tubuh si anak yang kurus kering dan tanda-tanda tidak wajar lainnya.
2. Pada benda menyebabkannya rusak, atau membahayakan bagi pemiliknya dll.
3. 'Ain menimpa tumbuhan, seperti dikisahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 32-44.
4. Pada hewan bisa menjadikannya sakit, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Al-‘Ain adalah haq (benar), dapat memasukkan seseorang ke dalam kuburan dan dapat memasukkan onta ke dalam kuali" *, maksudnya adalah sesungguhnya 'ain dapat menimpa seseorang hingga membunuhnya lalu mati dan dikuburkan ke dalam kuburan; dan bisa menimpa onta hingga nyaris mati dan disembelih pemiliknya kemudian dimasak di dalam kuali.
Sumber :
Dikutip dari berbagai media.
Semoga bermanfaat.
Salam santun
Adat Sukoco
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dialog:
Pertanyaan: Assalamualaikum Ustadz mohon penjelasan tentang penyakit ‘ain, apakah dengan memajang foto di FB atau BB bisa menimbulkan penyakit ‘ain?
Jawaban: Penyakit ‘ain, yaitu penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر
“Dan ‘ain itu adalah pandangan suka disertai hasad yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang itu tertimpa suatu bahaya.” [Fathul Bari, 10/200]
Penyakit ‘ain adalah sesuatu yang benar-benar ada secara hakiki. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
الْعَيْنُ حَق وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا
“’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” [HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]
Beberapa Faidah:
1. Apabila seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri saudaranya, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya (seperti mengucapkan, BaarokaLlaahu fiyk: Semoga Allah memberkahimu), inilah cara untuk mencegah penyakit ‘ain.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيه ، أَوْ مِنْ نَفْسِهِ ، أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
“Apabila seorang dari kalian melihat sesuatu dari saudaranya, atau melihat diri saudaranya, atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan untuk saudaranya tersebut, karena sesungguhnya penyakit ‘ain benar-benar ada.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amir, Ash-Shahihah, no. 2572]
2. Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma di atas menjelaskan kepada kita salah satu cara untuk mengobati penyakit ‘ain adalah dengan meminta kepada orang yang memandang untuk mandi, kemudian bekas air mandinya disiramkan kepada orang yang dipandangnya. Adapun bagaimana tata caranya, dijelaskan dalam hadits berikut,
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، قَالَ : مَرَّ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ بِسَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، وَهُوَ يَغْتَسِلُ فَقَالَ : لَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ ، وَلاَ جِلْدَ مُخَبَّأَةٍ فَمَا لَبِثَ أَنْ لُبِطَ بِهِ ، فَأُتِيَ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ : أَدْرِكْ سَهْلاً صَرِيعًا ، قَالَ مَنْ تَتَّهِمُونَ بِهِ قَالُوا عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ ، قَالَ : عَلاَمَ يَقْتُلُ أَحَدُكُم أَخَاهُ ، إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ ، فَأَمَرَ عَامِرًا أَنْ يَتَوَضَّأَ ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ، وَرُكْبَتَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ ، وَأَمَرَهُ أَنْ يَصُبَّ عَلَيْهِ.
قَالَ سُفْيَانُ : قَالَ مَعْمَرٌ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ : وَأَمَرَهُ أَنْ يَكْفَأَ الإِنَاءَ مِنْ خَلْفِهِ.
“Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, ia berkata: Amir bin Rabi’ah melewati Sahl bin Hunaif ketika ia sedang mandi, lalu Amir berkata: Aku tidak melihat seperti hari ini; kulit yang lebih mirip (keindahannya) dengan kulit wanita yang dipingit, maka tidak berapa lama kemudian Sahl terjatuh, lalu beliau dibawa kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, seraya dikatakan: “Selamatkanlah Sahl yang sedang terbaring sakit.” Beliau bersabda: “Siapa yang kalian curigai telah menyebabkan ini?” Mereka berkata: “Amir bin Rabi’ah.” Beliau bersabda: “Kenapakah seorang dari kalian membunuh saudaranya? Seharusnya apabila seorang dari kalian melihat sesuatu pada diri saudaranya yang menakjubkan, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya.” Kemudian beliau meminta air, lalu menyuruh Amir untuk berwudhu, Amir mencuci wajahnya, kedua tangannya sampai ke siku, dua lututnya dan bagian dalam sarungnya. Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menyiramkan (bekas airnya) kepada Sahl.” Berkata Sufyan, berkata Ma’mar dari Az-Zuhri: Beliau memerintahkannya untuk menyiramkan air dari arah belakangnya.” [HR. Ibnu Majah dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, Shahih Ibni Majah, no. 2828]
3. Cara penyembuhan lainnya adalah dengan diruqyah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَة
“Tidak ada ruqyah (yang lebih bermanfaat) kecuali untuk penyakit ‘ain atau penyakit yang diakibatkan sengatan binatang berbisa.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallahu’anhu]
4. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memperlindungkan anak-anak kepada Allah ta’ala dari penyakit ‘ain, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ الله التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّة
“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah memperlindungkan Al-Hasan dan Al-Husain (kepada Allah ta’ala):
أَعُيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
“U’idzukuma bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaithonin wa haamatin wa min kulli ‘ainin laamatin.”
“Aku memperlindungkan kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang maha sempurna dari setan, binatang berbisa dan mata yang dengki (makna yang lain: segala macam bahaya).”
Dan beliau bersabda (kepada Al-Hasan dan Al-Husain), sesungguhnya bapak kalian berdua (yaitu nabi Ibrahim ‘alaihissalam) memperlindungkan Ismail dan Ishaq dengan doa ini.” [HR. Al-Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma]
5. Hadits Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif di atas menunjukkan bahwa orang yang terkena penyakit ‘ain karena dipandang secara langsung. Adapun apakah mungkin terkena penyakit ‘ain jika dipandang melalui fotonya atau gambarnya maka kami belum mengetahui penjelasan ulama akan hal tersebut, silakan ditanyakan kepada para Ustadz lainnya. Akan tetapi membuat gambar-gambar bernyawa apakah yang dibuat oleh tangan maupun mesin adalah terlarang berdasarkan keumuman dalil diharamkannya gambar bernyawa tanpa memberikan pengecualiaan untuk gambar yang dibuat oleh mesin. Berdasarkan banyak hadits, diantaranya,
عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا اشْتَرَتْ نُمْرُقَةً فِيهَا تَصَاوِيرُ فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَامَ عَلَى الْبَابِ فَلَمْ يَدْخُلْ فَعَرَفَتْ فِي وَجْهِهِ الْكَرَاهِيَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ أَتُوبُ إِلَى اللهِ وَإِلَى رَسُولِهِ مَاذَا أَذْنَبْتُ قَالَ مَا بَالُ هَذِهِ النُّمْرُقَةِ فَقَالَتِ اشْتَرَيْتُهَا لِتَقْعُدَ عَلَيْهَا وَتَوَسَّدَهَا ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ – وَقَالَ – إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لاَ تَدْخُلُهُ الْمَلاَئِكَةُ
“Dari Aisyah radhiyallahu’anha, seorang istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, bahwasannya beliau mengabarkan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, bahwa beliau telah membeli bantal yang padanya terdapat gambar-gambar bernyawa, ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melihatnya, maka beliau hanya berdiri di pintu, tidak mau memasuki rumah. Aisyah pun mengetahui ketidaksukaan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang tergambar pada wajah beliau, Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, aku kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, apakah dosaku?” Beliau bersabda, “Untuk apa bantal ini?” Aisyah menjawab, “Aku belikan untuk engkau duduk di atasnya dan bersandar padanya.” Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya para pemilik gambar-gambar ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: Hidupkan yang telah kalian ciptakan.”
Penjelasan lain :
'Ain (sihir mata) adalah pandangan mata terhadap sesuatu yang dianggap menakjubkan baik disertai rasa dengki maupun tidak yang bisa menimbulkan bahaya bagi objek yang dipandangnya Biasanya bahaya 'ain ini timbul tanpa disertai dengan memuji/menyebut nama Allah.
Ibnu Qoyyim rohimahullah dalam kitab Tafsir Surat Muawwadzatain berkata, “Bahaya dari pandangan mata dapat terjadi ketika seseorang yang berhadapan langsung dengan sasarannya. Sasaran tukang pandang kadang-kala bisa mengenai sesuatu yang tidak patut didengki, seperti benda, hewan, tanaman, dan harta. Dan kadang-kala pandangan matanya dapat mengenai sasaran hanya dengan pandangan yang tajam dan pandangan kekaguman.
Dalil-Dalil Tentang 'Ain
1. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar al Qur’an dan mereka mengatakan ‘Sesungguhnya dia (Muhammad) benar-benar gila.” (Al Qalam (68): 51)
2. Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:
العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين
“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang boleh mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim)
Bentuk-Bentuk Bahaya 'Ain
1. Bahaya 'ain bisa menimpa manusia dalam bentuk sakit, menyebabkan seseorang tergelincir/terjatuh, terbunuh, sedangkan pada anak-anak bisa berupa menangis secara tidak wajar (bukan kerana lapar, sakit ), kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu pada ibunya tanpa sebab, atau keadaan tubuh si anak yang kurus kering dan tanda-tanda tidak wajar lainnya.
2. Pada benda menyebabkannya rusak, atau membahayakan bagi pemiliknya dll.
3. 'Ain menimpa tumbuhan, seperti dikisahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 32-44.
4. Pada hewan bisa menjadikannya sakit, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Al-‘Ain adalah haq (benar), dapat memasukkan seseorang ke dalam kuburan dan dapat memasukkan onta ke dalam kuali" *, maksudnya adalah sesungguhnya 'ain dapat menimpa seseorang hingga membunuhnya lalu mati dan dikuburkan ke dalam kuburan; dan bisa menimpa onta hingga nyaris mati dan disembelih pemiliknya kemudian dimasak di dalam kuali.
Sumber :
Dikutip dari berbagai media.
Semoga bermanfaat.
Salam santun
Adat Sukoco
Langganan:
Postingan (Atom)







